Revisi Aturan Properti buat WNA Terganjal Status HGB.





Revisi Aturan Properti buat WNA Terganjal Status HGB

February 12, 2013 - in Media - By Administrator

Jakarta - Warga negara asing (WNA) yang bermimpi memiliki properti di Indonesia hingga 75 tahun harap bersabar. Sebab, pembahasan perubahan Peraturan Pemerintah (PP) 41 Tahun 1996 tentang Pemilikan Rumah Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing Yang Berkedudukan Di Indonesia molor dari jadwal.
Pada awal 2010, sejumlah pihak optimistis aturan perpanjangan hak pakai apartemen dari 25 tahun menjadi 75 tahun oleh WNA itu bakal bisa direalisasikan mulai Mei 2010. Nyatanya, hingga pertengahan Mei ini tidak ada tanda-tanda revisi bakal segera rampung.

Lucy Rumantir, anggota tim perumus revisi PP 41 Tahun 1996, mengatakan, hingga kini pembahasan alot pada persoalan status hak guna bangunan (HGB). "Banyak yang protes, kalau HGB saja cuma 30 tahun, bagaimana bisa hak pakai jadi 70-an tahun," kata Lucy, kepada KONTAN, tiga hari lalu.

Lucy usul pemerintah menyamakan waktu HGB dan Hak Pakai. "Di negara lain malah banyak yang berani kasih status hak milik properti pada asing," kata Chief Executive Officer (CEO) PT Procon Indah Savills Indonesia, itu.

Perpanjangan HGB tersebut, imbuh Lucy, tidak perlu ditakutkan karena toh bangunan propertinya tidak bisa dipindahkan. "Propertinya kan tetap ada di Indonesia," kata dia. Ia janji akan mengusahakan pembahasan intensif soal itu dalam pertemuan para pengusaha properti dunia, di Bali akhir Mei ini.

Pemerintah akan membatasi harga properti untuk asing di atas Rp 1 miliar.

Lucy berjanji, tim perumus aturan itu akan memberi batasan ketat dalam PP revisi untuk melindungi konsumen lokal. Pembatasan harga properti yang boleh dibeli asing akan diperketat di kisaran Rp 1 miliar atau Rp 1.5 miliar ke atas.

Pengusaha menunggu 
Pengembang tentu berharap pembahasan revisi PP 41/1996 segera rampung. "Kami sangat menantikan aturan baru itu segera muncul," kata Artadinata Djangkar, Direktur PT Ciputra Adigraha, anak usaha Grup Ciputra, pengembang superblok Ciputra World di kawasan Jl dr Satrio, Jakarta.

Artadinata bilang, apartemennya yang dipasarkan mulai Rp 2.5 miliar merupakan segmen hunian yang sangat potensial terserap WNA. "Dengan perpanjangan hak pakai bagi WNA, tentu manfaatnya sangat besar bagi pengembang apartemen premium seperti kami," imbuhnya.

Namun, Arief Rahardjo, Associate Director Research and Advisory PT Cushman & Wakefield Indonesia bilang minat WNA membeli properti di Indonesia masih kecil karena belum ada kepastian investasinya. "Saya rasa revisi aturan soal hak pakai tidak akan cepat berpengaruh terhadap penjualan properti pada WNA," tandas Arief.

Berdasarkan riset Procon, dari total pasokan apartemen di Jakarta pada 2009 sebanyak 25.000 unit, 10% diantaranya merupakan upper class dengan kisaran di atas Rp 1.5 miliar. Pasokan di segmen ini diperkirakan terus meningkat, seiring dengan selesainya sejumlah proyek baru tahun ini, seperti Gandaria City dan Rasuna Epicentrum.

  • About BUMI CITRA PERMAI

    PT Bumi Citra Permai Tbk. was founded with PT Bumi Citra Permai Tbk. Establishment Certificate of Limited Liabilities Company No.2, 3 May 2000 (Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Bumi Citra Permai Tbk. No.2 tanggal 3 Mei 2000) before Abdullah Ashal, SH, Notary in Jakarta. The certificate was ratified

  • Vission & Mission

    Visi

    Memposisikan PT Bumi Citra Permai Tbk sebagai pengembang kawasan industri yang dapat diperhitungkan, baik oleh pelaku industri dalam negeri maupun luar negeri, dan memiliki produk kawasan industri yang berkualitas.

     

    Vision

    Positioning PT Bumi Citra Permai Tbk as a reputable industrial estate

  • Our Gallery

  • Address

    Head Office
    Kramat raya No. 32-34
    Jakarta Pusat 10450
    T: +62-21 391 6338

    Marketing Office
    Jln. Millennium 4 Blok A25 No.2
    Kawasan Millennium Industrial Estate
    Jalan raya Pemda Tigaraksa Tangerang
    T: +62-21 599 0000 F: +62-21 599 5665
Copyright © 2012 - 2013 PT. BUMI CITRA PERMAI | OUR CORPORATION :